Menghitung Tinggi Atap Gua

[dropcap color=”#ef7f2c”]S[/dropcap] elama pemetaan gua, data yang diambil adalah panjang antar station dengan menggunakan pita ukur, sudut kemiringan antar station dengan menggunakan Clinometer, arah antar station dengan menggunakan Kompas, lebar lorong gua dengan menggunakan pita ukur, dan tinggi atap dengan menggunakan pita ukur.

Pada saat mengambil data tinggi atap gua, sering kali atap gua tidak bisa dijangkau karena terlalu tinggi. Untuk mengetahui berapa tinggi atap gua tersebut ada suatu cara dengan mengambil sudut kemiringan atap gua dari satu titik tertentu. Sama seperti cara mengukur ketinggian suatu gedung. Ada tiga informasi yang harus diketahui sebelum menghitung tinggi atap tersebut, yaitu jarak antara station (dimana tinggi atap yang akan dihitung) dengan station (tempat shooter), informasi yang kedua yang harus diketahui adalah sudut kemiringan dari station (tempat shooter) ke atap gua yang akan dihitung tingginya, informasi yang ketiga adalah tinggi station. Setelah mengetahui tiga informasi tersebut, maka kita bisa menggunakan rumus Pythagoras dan fungsi Trigonometri untuk menghitung tinggi atap gua tersebut.

Secara umum ada tiga kondisi di lapangan yang berbeda untuk menentukan bagaimana rumus Pythagoras dan Trigonometri digunakan. Kondisi pertama adalah jika antar station sejajar memiliki ketinggian yang sama atau rata-rata air, kondisi kedua adalah station pertama lebih tinggi posisinya dari pada station kedua, dan kondisi ketiga adalah jika station pertama lebih rendah posisinya dibanding station kedua.

Berikut adalah contoh kasus bagaimana menghitung tinggi atap suatu lorong gua.

1. Antar station sejajar

Atap Gua
Menghitung tinggi atap gua dengan kondisi STATION 7 dan STATION 8 sejajar

Antara STATION 7 dengan STATION 8 memiliki posisi yang sejajar.Yang diukur di lapangan adalah Jarak dari STATION 7 ke STATION 8 (D) 15 meter, kemudian sudut kemiringan dari STATION 7 ke atap gua di atas STATION 8 (θ2) sebesar  20º dan tinggi STATION (b) adalah 1 meter. Berapakah tinggi atap gua (t)?

Langkah pertama adalah mencari a.

a = D x TAN θ2

= 15 x TAN 20º

= 15 x 0.3639702342

= 5.46

Langkah kedua adalah mencari t.

t = a + b

= 5.46 + 1

= 6.46

Jadi, t atau tinggi atap gua pada STATION 8 adalah 6.46 meter.

 

2. Posisi STATION 1 lebih tinggi

Menghitung tinggi atap gua dengan kondisi STATION 1 lebih tinggi
Menghitung tinggi atap gua dengan kondisi STATION 1 lebih tinggi

STATION 1 lebih tinggi dari pada  STATION 2. Yang diukur di lapangan adalah Jarak dari STATION 1 ke STATION 2 (D) 15.3 meter, sudut kemiringan dari STATION 1 ke STATION 2 (θ1) sebesar  6º, sudut kemiringan dari STATION 1 ke atap di atas STATION 2 (θ2) sebesar  10º  dan tinggi STATION (c) adalah 1 meter. Berapakah tinggi atap gua di atas STATION 2 (t)?

Langkah pertama adalah mencari b.

b = D x SIN θ1

= 15.3 x SIN 6º

= 15.3 x 0.10452846326

= 1.59

Langkah kedua mencari L.

L = D x COS θ1

= 15.3 x COS 6º

= 15.3 x 0.99452189536

= 15.21

Langkah ketiga adalah mencari a.

a = L x TAN θ2

= 15.21 x TAN 10º

= 15.21 x 0.17632698070

= 2.68

Langkah keempat adalah mencari t

t = a + b + c

= 2.68 + 1.59 + 1

= 5.27 meter

Jadi, tinggi atap gua diatas STATION 2 (t) adalah 5.27 meter.

 

3. Posisi STATION 3 lebih rendah

Menghitung tinggi atap gua dengan kondisi STATION 3 lebih rendah
Menghitung tinggi atap gua dengan kondisi STATION 3 lebih rendah

STATION 3 lebih rendah dari pada  STATION 4. Yang diukur di lapangan adalah Jarak dari STATION 3 ke STATION 4 (D) 15 meter, sudut kemiringan dari STATION 3 ke STATION 4 (θ1) sebesar  5º, sudut kemiringan dari STATION 3 ke atap di atas STATION 4 (θ2) sebesar 20º  dan tinggi STATION (c) adalah 1 meter. Berapakah tinggi atap gua di atas STATION 4 (t)?

Langkah pertama adalah mencari L.

L  = D x COS θ1
= 15 x COS 5º
= 15 x 0.99619469469809
= 14.94 meter

Langkah kedua mencari b.

b = L x TAN θ1
= 14.94 x TAN 5º
= 14.94 x 0.0874886635
= 1.3 meter

Langkah ketiga mencari a.

a = L x TAN θ2
= 14.94 x TAN 20º
= 14.94 x 0.3639702342
= 5.4 meter

Langkah keempat mencari t.

t = (a – b) + c
= (5.4 – 1.3) + 1
= 4.1 + 1
= 5.1 meter

Jadi panjang t atau tinggi atap pada STATION 4 adalah 5.1 meter

Arsip

Agenda SpeleoTalks seri 10: Mengenal Citizen Law Suit
February 3, 2021
Mengungkap surga tersembunyi kawasan karst sekitar TN Gunung Halimun salak
November 8, 2020
Webinar Hasil Ekspedisi Lawalata: Mengungkap Surga Tersembunyi di Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak
October 16, 2020
Ringkasan SpeleoTalks seri 9: CAVE DIVING: Into the Unknown World
July 29, 2020
Agenda SpeleoTalks seri 9: Cave Diving – into the unknown world
July 23, 2020

Arsip

Glossary

Related Posts

5 Responses

Leave a Reply